August 3, 2026

Serangan Israel Tewaskan Belasan Warga Gaza, Hamas Tuding Netanyahu Gagalkan Kesepakatan dengan AS

Serangan militer Israel kembali menimbulkan korban jiwa di Jalur Gaza. Dalam insiden terbaru, belasan warga sipil dilaporkan tewas akibat gempuran pasukan Zionis. Kelompok Hamas langsung bereaksi keras dan menuding Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai penjahat perang yang sengaja menyabotase proses kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Korban Berjatuhan Akibat Agresi Israel

Menurut laporan dari sumber setempat, serangan yang terjadi pada hari Minggu (28/1) menyasar sejumlah permukiman padat penduduk di Gaza. Tim medis kesulitan mengevakuasi korban karena blokade dan keterbatasan alat berat. Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban jiwa telah mencapai belasan orang, dengan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Reaksi Hamas: Netanyahu Penjahat Perang

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, dalam pernyataan resminya mengecam aksi brutal Israel. Ia menegaskan bahwa serangan itu adalah bentuk sabotase terhadap upaya perdamaian yang tengah dirintis dengan Amerika Serikat.

  • Hamas menyebut Netanyahu sebagai penjahat perang yang tidak menginginkan stabilitas.
  • Kelompok itu menuduh Netanyahu sengaja memperkeruh situasi agar kesepakatan dengan AS gagal.
  • Hamas mendesak komunitas internasional untuk segera menghentikan agresi Israel.

Dampak terhadap Kesepakatan dengan AS

Beberapa jam sebelum serangan, beredar kabar bahwa Israel dan Hamas hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata yang difasilitasi oleh Amerika Serikat. Namun, dengan pecahnya agresi ini, proses diplomasi kembali terancam. Analis politik menilai bahwa tindakan Netanyahu justru memperlemah posisi AS sebagai mediator dan memperpanjang penderitaan warga Gaza.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari kantor Perdana Menteri Israel maupun Kedutaan Besar AS di kawasan tersebut. Situasi di Gaza masih mencekam dan warga sipil menjadi pihak yang paling dirugikan.