Menyoal Survei SMRC, Istana Tegaskan Pemerintah Bekerja untuk Rakyat, Bukan Demi Survei
Jakarta (ANTARA) – Pihak Istana Kepresidenan memberikan tanggapan terkait hasil survei terbaru yang dirilis oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Dalam pernyataannya, Istana menegaskan bahwa seluruh program dan kebijakan pemerintah dirancang semata-mata untuk kepentingan rakyat, bukan untuk mengejar peringkat dalam survei.
Fokus Pemerintah pada Pelayanan Masyarakat
Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, menyampaikan bahwa pemerintah tidak menjadikan hasil survei sebagai tolok ukur utama dalam bekerja. Menurutnya, yang menjadi prioritas adalah bagaimana setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
“Pemerintah bekerja untuk rakyat, bukan untuk survei. Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan solusi atas berbagai persoalan bangsa,” ujar Ari dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Prinsip Kerja Pemerintahan
Lebih lanjut, Ari menjelaskan bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menjalankan amanat konstitusi dan mewujudkan visi Indonesia Maju. Setiap langkah strategis yang diambil selalu didasarkan pada data akurat dan kajian mendalam, bukan sekadar mengejar popularitas elektoral.
- Pemerintah fokus pada percepatan pemulihan ekonomi pasca-pandemi.
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program vokasi dan pendidikan.
- Pengembangan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
- Penguatan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat rentan.
Survei sebagai Bahan Evaluasi
Meski demikian, Ari mengakui bahwa hasil survei tetap menjadi salah satu bahan masukan bagi pemerintah. Survei dapat memberikan gambaran tentang persepsi publik terhadap kinerja pemerintah, sehingga bisa dijadikan alat evaluasi untuk perbaikan ke depan.
“Kami menerima semua hasil survei secara terbuka dan menjadikannya sebagai refleksi untuk terus meningkatkan kinerja. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kebijakan yang diambil benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tambahnya.
Komitmen pada Kepentingan Nasional
Istana juga mengingatkan bahwa dalam demokrasi, suara rakyat adalah yang utama. Pemerintah akan terus mendengar aspirasi masyarakat dan menjalankan program-program yang selaras dengan kebutuhan bangsa. Dengan demikian, kerja keras pemerintah tidak akan pernah berorientasi pada angka-angka survei semata, melainkan pada dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
“Kami optimistis bahwa dengan kerja keras dan sinergi semua pihak, kepercayaan publik akan terus terjaga. Survei hanyalah potret sesaat, sementara pembangunan adalah proses berkelanjutan,” pungkas Ari.
