July 31, 2026

Deddy Sitorus Rincikan 6 Poin Klarifikasi Terkait Pernyataan ‘Seperti Sirkus’ yang Dilontarkan kepada Wartawan DPR

Deddy Sitorus Rincikan 6 Poin Klarifikasi Terkait Pernyataan 'Seperti Sirkus' yang Dilontarkan kepada Wartawan DPR

Politisi senior PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, akhirnya buka suara memberikan klarifikasi resmi atas pernyataan kontroversialnya yang menyebut para wartawan di lingkungan DPR RI ibarat ‘sirkus’. Dalam pernyataan tertulis yang diterima media, ia merinci enam poin penting untuk meluruskan persepsi publik dan meredakan ketegangan yang sempat terjadi.

Latar Belakang Pernyataan

Sebelumnya, Deddy Sitorus menuai reaksi keras dari kalangan jurnalis dan sejumlah anggota dewan setelah video viral memperlihatkan dirinya melontarkan ucapan ‘kayak sirkus’ saat merespons pertanyaan wartawan di kompleks parlemen. Banyak pihak menilai pernyataan tersebut merendahkan profesi kewartawanan dan mengurangi martabat lembaga DPR.

Enam Poin Klarifikasi Deddy Sitorus

Dalam upaya menjernihkan suasana, Deddy menyampaikan enam poin klarifikasi yang dirangkum sebagai berikut:

  • Poin 1: Deddy menegaskan bahwa ucapannya tidak ditujukan untuk menghina atau merendahkan profesi wartawan secara keseluruhan. Ia mengaku kagum dan menghormati kerja jurnalistik yang independen dan kritis.
  • Poin 2: Ia menjelaskan bahwa konteks ucapannya muncul dalam situasi spesifik saat banyak pertanyaan diajukan secara bersamaan dan tumpang tindih, sehingga ia merasa kewalahan. Kata ‘sirkus’ lebih merujuk pada kekacauan momen tanya-jawab tersebut, bukan pada pribadi wartawan.
  • Poin 3: Deddy menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh wartawan DPR dan masyarakat yang merasa tersinggung. Ia mengakui bahwa pilihan katanya kurang tepat dan tidak mencerminkan sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh seorang wakil rakyat.
  • Poin 4: Ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam memilih diksi di masa mendatang, terutama saat berinteraksi dengan media. Deddy mengaku akan menjadikan insiden ini sebagai pelajaran berharga.
  • Poin 5: Deddy mengajak semua pihak untuk tidak memperpanjang polemik dan kembali fokus pada tugas pokok DPR, yaitu legislasi, pengawasan, dan anggaran. Ia berharap hubungan antara anggota dewan dan wartawan tetap berjalan harmonis dan produktif.
  • Poin 6: Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebebasan pers dan transparansi di lingkungan parlemen. Deddy berjanji akan lebih terbuka dalam menerima kritik dan masukan dari media.

Reaksi Publik dan Dampaknya

Klarifikasi yang disampaikan Deddy Sitorus mendapat tanggapan beragam. Sebagian kalangan wartawan mengapresiasi permohonan maaf dan penjelasan yang diberikan, namun ada pula yang menilai klarifikasi tersebut masih belum sepenuhnya memuaskan. Namun demikian, langkah ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mengembalikan suasana kerja yang kondusif di Senayan.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya etika komunikasi bagi para pemangku kepentingan, terutama pejabat publik, dalam berinteraksi dengan media massa. Kejadian serupa diharapkan tidak terulang lagi di masa yang akan datang.