July 30, 2026

Google Ubah Sistem Penamaan Grup Hacker: Kini Pakai Skema Dua Kata

Google baru saja mengumumkan perubahan signifikan dalam cara mereka mengidentifikasi dan menamai kelompok peretas (hacker). Alih-alih menggunakan nama tunggal atau kode rumit, raksasa teknologi ini kini beralih ke skema penamaan baru yang terdiri dari dua kata.

Langkah ini diambil untuk menyederhanakan identifikasi ancaman siber dan memudahkan publik serta pakar keamanan dalam memahami serta membedakan setiap kelompok hacker. Dengan format dua kata, diharapkan setiap grup memiliki identitas yang lebih mudah diingat dan tidak membingungkan.

Alasan di Balik Perubahan Skema Penamaan

Sebelumnya, Google menggunakan berbagai metode penamaan yang seringkali sulit dilacak atau membingungkan karena adanya tumpang tindih dengan kelompok lain. Sistem baru ini dirancang untuk:

  • Meningkatkan kejelasan dalam pelaporan ancaman siber.
  • Mengurangi kebingungan akibat nama yang mirip atau sulit diucapkan.
  • Memudahkan koordinasi antara peneliti keamanan di seluruh dunia.

Dengan skema dua kata, Google berharap dapat menciptakan standar yang lebih konsisten dan transparan dalam mengkategorikan aktor jahat di dunia maya.

Dampak bagi Industri Keamanan Siber

Perubahan ini diperkirakan akan berdampak positif pada cara perusahaan dan organisasi merespons serangan siber. Nama yang lebih deskriptif dan mudah diingat membantu tim keamanan untuk lebih cepat mengidentifikasi sumber ancaman dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat.

Google belum merinci daftar lengkap nama baru untuk setiap kelompok hacker, namun mereka menegaskan bahwa transisi akan dilakukan secara bertahap. Informasi lebih lanjut mengenai skema penamaan ini dapat diakses melalui saluran resmi Google dan publikasi keamanan siber terkait.