Wakil Ketua MPR Dorong Penerima PKH Aktif dalam Program Pemberdayaan Kemensos
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia mengajak para penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk turut serta dalam berbagai program pemberdayaan yang digelar oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Ajakan ini disampaikan sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Mendorong Pemberdayaan Berkelanjutan
Menurut Wakil Ketua MPR, bantuan sosial seperti PKH memang penting untuk meringankan beban warga kurang mampu. Namun, dalam jangka panjang, penerima bantuan perlu dibekali keterampilan agar bisa mandiri secara ekonomi. Oleh karena itu, ia mendorong agar penerima PKH tidak hanya bergantung pada bantuan tunai, tetapi juga aktif mengikuti pelatihan dan pendampingan yang disediakan oleh Kemensos.
Manfaat Program Pemberdayaan
Program pemberdayaan yang dimaksud mencakup pelatihan keterampilan kerja, bantuan modal usaha mikro, serta akses ke pasar bagi produk-produk lokal. Dengan mengikuti program ini, diharapkan para peserta PKH dapat mengembangkan usaha kecil, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya keluar dari garis kemiskinan secara bertahap.
- Pelatihan keterampilan seperti menjahit, kuliner, dan kerajinan tangan.
- Bantuan modal usaha tanpa bunga untuk memulai bisnis kecil.
- Pendampingan dan pemasaran produk melalui jejaring sosial dan pameran.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Wakil Ketua MPR menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan program ini. Ia berharap para pendamping sosial di lapangan dapat terus memotivasi penerima PKH agar memanfaatkan peluang pemberdayaan yang ada. Dengan partisipasi aktif, program ini tidak hanya akan memperbaiki kondisi ekonomi individu, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial di tingkat komunitas.
Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan secara berkelanjutan melalui pendekatan yang holistik, yaitu kombinasi antara bantuan langsung dan pemberdayaan ekonomi produktif.
