Kemenpar Dorong Pengembangan Layanan Wisata Ramah Lansia
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah berupaya mengembangkan layanan wisata yang lebih inklusif, khususnya bagi wisatawan lanjut usia (lansia). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya tren pariwisata yang berfokus pada kenyamanan dan aksesibilitas bagi semua kelompok usia.
Fokus pada Aksesibilitas dan Kenyamanan
Dalam upaya tersebut, Kemenparekraf akan mendorong pelaku industri pariwisata untuk menyediakan fasilitas dan layanan yang ramah lansia. Beberapa aspek yang menjadi perhatian utama meliputi kemudahan akses fisik di destinasi wisata, ketersediaan fasilitas kesehatan, serta layanan pendukung lainnya yang dapat menunjang kenyamanan wisatawan lansia selama berlibur.
Langkah Strategis yang Direncanakan
- Mendorong pengembangan infrastruktur yang aksesibel, seperti jalur khusus kursi roda dan rambu yang mudah dibaca.
- Meningkatkan kesadaran pelaku usaha pariwisata akan pentingnya layanan ramah lansia melalui pelatihan dan sertifikasi.
- Berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk asosiasi lansia, untuk merumuskan standar layanan yang tepat.
- Mempromosikan paket wisata khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat wisatawan lansia, seperti wisata kesehatan, budaya, dan alam dengan tempo santai.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan lansia, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata yang ramah bagi semua generasi. Dengan populasi lansia yang terus bertambah secara global, segmen pasar ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
