ICW Soroti Praktik Korupsi di Sekolah Rakyat, Mensos Berkomitmen Bersihkan Celah Penyimpangan
ICW Soroti Praktik Korupsi di Sekolah Rakyat, Mensos Berkomitmen Bersihkan Celah Penyimpangan
Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia Corruption Watch (ICW) kembali menyoroti potensi praktik korupsi di lingkungan Sekolah Rakyat. Lembaga antikorupsi ini mendesak pemerintah untuk segera menutup celah-celah yang berpotensi disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Sosial (Mensos) berjanji akan melakukan pembersihan secara menyeluruh terhadap segala bentuk penyimpangan yang mungkin terjadi di Sekolah Rakyat. Mensos menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir adanya praktik korupsi dalam program yang ditujukan untuk masyarakat kurang mampu ini.
Komitmen Mensos untuk Perbaikan
Dalam pernyataannya, Mensos menyampaikan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meminimalisir risiko korupsi. Langkah-langkah tersebut meliputi:
- Penguatan sistem pengawasan internal di setiap Sekolah Rakyat.
- Peningkatan transparansi dalam pengelolaan dana dan aset program.
- Kerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelanggaran.
Mensos juga mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan media, untuk ikut mengawasi jalannya program Sekolah Rakyat. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan program ini benar-benar dapat bermanfaat bagi rakyat tanpa adanya kebocoran anggaran.
Respons ICW terhadap Janji Mensos
ICW menyambut baik komitmen Mensos, namun tetap meminta agar janji tersebut diwujudkan dalam aksi nyata. Menurut ICW, diperlukan audit berkala dan keterbukaan data agar publik dapat memantau efektivitas program dan mencegah potensi korupsi sejak dini.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat membutuhkan integritas tinggi dari semua pihak yang terlibat.
