July 24, 2026

Hasto PDIP: Jauhkan NU dari Kepentingan Politik Praktis Jelang Muktamar

Hasto PDIP: Jauhkan NU dari Kepentingan Politik Praktis Jelang Muktamar

Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyampaikan imbauan penting. Ia meminta agar seluruh pihak menjaga organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu agar tidak terseret dalam pusaran tarik-menarik kepentingan politik praktis.

Himbauan Menjaga Netralitas NU

Hasto menekankan bahwa NU memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, muktamar yang akan datang harus menjadi ajang untuk memperkuat konsolidasi internal dan merumuskan langkah-langkah kebangsaan, bukan sebagai arena pertarungan politik sesaat.

“Kami berharap seluruh kader dan simpatisan NU dapat menjauhkan organisasi ini dari segala bentuk tarik-menarik politik praktis. Fokus utama haruslah pada penguatan peran NU sebagai pilar moral dan sosial bagi masyarakat,” ujar Hasto dalam keterangannya.

Pentingnya Muktamar bagi Masa Depan NU

Muktamar NU merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan organisasi. Selain memilih pemimpin baru, forum ini juga menjadi wadah untuk mengevaluasi program kerja dan merumuskan strategi ke depan. Hasto menilai bahwa proses demokrasi di internal NU harus berjalan dengan sehat dan bermartabat.

  • Menghindari intervensi politik praktis dari pihak luar.
  • Memastikan muktamar berlangsung transparan dan akuntabel.
  • Memperkuat peran NU dalam menjaga kerukunan umat beragama.

Harapan untuk NU yang Lebih Kuat

Lebih lanjut, Hasto berharap NU dapat terus menjadi organisasi yang mandiri dan tidak terkooptasi oleh kepentingan kelompok tertentu. Dengan demikian, NU akan tetap menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun bangsa serta menjadi penjaga moralitas publik.

“Kami percaya, dengan menjaga jarak dari politik praktis, NU akan semakin kokoh dalam menjalankan tugas-tugas keagamaan dan kebangsaan,” pungkasnya.