July 24, 2026

Harga Minyak Mentah Capai 100 Dolar AS, Prabowo Perintahkan Menkeu Susun Simulasi Fiskal

Harga Minyak Mentah Capai 100 Dolar AS, Prabowo Perintahkan Menkeu Susun Simulasi Fiskal

Lonjakan harga minyak dunia yang menembus angka 100 dolar Amerika Serikat per barel menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Menyikapi kondisi ini, Menteri Pertahanan sekaligus presiden terpilih, Prabowo Subianto, meminta Menteri Keuangan untuk segera menyusun simulasi dampak fiskal.

Kekhawatiran Terhadap Anggaran Negara

Kenaikan harga minyak secara langsung mempengaruhi postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan domestik. Jika harga terus bertahan tinggi, beban subsidi energi dan kompensasi bisa membengkak, sehingga berpotensi mengganggu target defisit anggaran.

Prabowo menekankan perlunya antisipasi dini. Beliau menginstruksikan agar Kementerian Keuangan membuat beberapa skenario pergerakan harga minyak dan dampaknya terhadap berbagai sektor.

Langkah Antisipasi yang Diminta

  • Simulasi Fiskal: Menyusun proyeksi penerimaan negara, belanja negara, dan defisit anggaran dalam berbagai skenario harga minyak.
  • Kaji Ulang Subsidi: Mengevaluasi kembali besaran subsidi energi (BBM dan listrik) serta kompensasi yang diperlukan agar tepat sasaran.
  • Identifikasi Risiko: Memetakan risiko fiskal lain yang mungkin muncul akibat gejolak harga komoditas global, seperti inflasi dan tekanan nilai tukar rupiah.

Dampak Terhadap Perekonomian

Selain fiskal, kenaikan harga minyak juga berdampak pada daya beli masyarakat. Harga bahan bakar minyak (BBM) yang belum disesuaikan akan meningkatkan beban subsidi, namun jika disesuaikan, inflasi bisa terdorong naik. Pemerintah diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan kesehatan APBN.

Langkah Prabowo meminta simulasi fiskal dinilai sebagai bentuk kesiapan pemerintahan mendatang dalam menghadapi ketidakpastian global. Dengan persiapan yang matang, diharapkan dampak negatif terhadap perekonomian nasional dapat diminimalkan.