Prabowo Instruksikan Purbaya Siapkan Strategi Hadapi Potensi Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) untuk menyusun skenario antisipasi terhadap kemungkinan kenaikan harga minyak dunia yang bisa mencapai 100 dolar AS per barel.
Langkah Antisipatif Pemerintah
Menurut Airlangga, permintaan Presiden Prabowo tersebut disampaikan dalam rapat terbatas yang membahas perkembangan ekonomi global dan dampaknya terhadap Indonesia. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kemungkinan skenario, termasuk yang terburuk, sudah memiliki rencana mitigasi yang jelas.
“Bapak Presiden meminta agar disiapkan skenario jika harga minyak naik hingga 100 dolar AS. Ini adalah bagian dari kewaspadaan kita terhadap gejolak harga komoditas global,” ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (4/2/2025).
Dampak pada APBN dan Subsidi Energi
Kenaikan harga minyak mentah dunia akan berdampak langsung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama dari sisi belanja subsidi energi dan kompensasi. Saat ini, pemerintah telah mengalokasikan subsidi energi dalam APBN 2025, namun jika harga minyak melonjak, beban subsidi bisa membengkak.
Oleh karena itu, Kementerian Keuangan bersama dengan BKF diminta untuk menghitung ulang kebutuhan subsidi dan menyusun opsi-opsi kebijakan, termasuk kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi atau pengalihan subsidi ke sektor yang lebih tepat sasaran.
Koordinasi dengan Bank Indonesia dan OJK
Selain itu, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengantisipasi dampak lanjutan, seperti tekanan inflasi dan nilai tukar rupiah. Kenaikan harga minyak biasanya diikuti oleh kenaikan biaya transportasi dan logistik, yang pada akhirnya mendorong inflasi.
“Kita akan terus memonitor perkembangan harga minyak dan memastikan kesiapan seluruh instrumen fiskal dan moneter,” tambah Airlangga.
Proyeksi Harga Minyak Global
Beberapa analis internasional sebelumnya telah memperingatkan bahwa harga minyak mentah berpotensi menembus level 100 dolar AS per barel akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kebijakan pemangkasan produksi oleh OPEC+. Pemerintah Indonesia pun tidak ingin lengah terhadap risiko tersebut.
Dengan instruksi Presiden Prabowo, diharapkan seluruh skenario sudah matang dan siap diimplementasikan jika kondisi yang tidak diinginkan benar-benar terjadi.
