Prabowo Sebut ‘Londo Ireng’ Kini Berkedok Wartawan dan LSM, Ini Videonya
Video Prabowo Soal ‘Londo Ireng’ Viral
Sebuah video yang menampilkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebut istilah ‘Londo Ireng’ tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam potongan video tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa fenomena ‘Londo Ireng’ masih ada hingga saat ini, namun dengan tampilan yang berbeda.
Prabowo: ‘Londo Ireng’ Kini Berkedok Profesi Tertentu
Dalam pernyataannya, Prabowo mengungkapkan bahwa ‘Londo Ireng’ atau istilah yang merujuk pada pihak asing yang dianggap mengintervensi kini menjelma dengan menyamar sebagai wartawan, pengamat, dan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Hal ini ia sampaikan dalam sebuah acara yang kemudian videonya beredar luas.
Pernyataan tersebut sontak menuai beragam reaksi. Beberapa pihak menilai pernyataan Prabowo sebagai kritik tajam terhadap pihak-pihak yang kerap mengkritik pemerintah. Sementara yang lain menanggapinya sebagai bentuk kekhawatiran terhadap pengaruh asing di Indonesia.
Tanggapan dari Berbagai Pihak
- CNN Indonesia memberitakan bahwa Prabowo secara eksplisit menyebut ‘Londo Ireng Masih Ada, Sekarang Pakai Baju Wartawan dan LSM’. Hal ini menunjukkan bahwa ia melihat adanya ancaman dari aktor-aktor yang menggunakan profesi tersebut sebagai kedok.
- Tempo.co melaporkan bahwa Prabowo menuding wartawan dan pengamat sebagai ‘Londo Ireng’. Tudingan ini dianggap sebagai bentuk kritik terhadap mereka yang kerap menyuarakan pandangan berbeda dari pemerintah.
- 20detik turut menyebarluaskan video momen tersebut, yang dengan cepat menjadi viral dan memicu diskusi di berbagai platform media sosial.
Istilah ‘Londo Ireng’ sendiri dalam sejarah Indonesia sering digunakan untuk menyebut pihak Belanda atau keturunan Indo yang dianggap pro-Belanda. Namun, dalam konteks kekinian, istilah ini kerap digunakan untuk menstigma pihak-pihak yang dianggap antek asing.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari Prabowo Subianto terkait pernyataannya yang kontroversial tersebut. Publik masih menunggu klarifikasi dan konteks utuh dari pernyataan yang disampaikan dalam video tersebut.
