Rupiah Terpuruk ke Rp17.910/USD, Dolar Global Menguat karena Permintaan Aset Aman
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Kamis. Berdasarkan data pasar, rupiah ditutup di level Rp17.910 per dolar AS, melanjutkan tren negatif dalam beberapa hari terakhir.
Faktor Pendorong Pelemahan Rupiah
Pelemahan rupiah ini dipicu oleh menguatnya dolar global di tengah meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Investor global cenderung beralih ke dolar AS sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia.
Dolar Global Merangkak Naik
Indeks dolar AS (DXY) tercatat bergerak menguat, menekan mata uang negara berkembang termasuk rupiah. Sentimen risk-off melanda pasar keuangan global, mendorong aliran modal keluar dari aset berisiko dan masuk ke dolar.
Permintaan Safe Haven Meningkat
Ketegangan geopolitik yang masih berlangsung serta kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global membuat investor memilih aset yang lebih aman. Dolar AS, emas, dan obligasi pemerintah AS menjadi pilihan utama.
- Rupiah ditutup melemah ke Rp17.910 per dolar AS pada perdagangan Kamis.
- Dolar global menguat didorong permintaan safe haven.
- Sentimen risk-off mendominasi pasar keuangan global.
Pelemahan rupiah ini menambah tekanan bagi perekonomian domestik, terutama pada sektor impor dan utang luar negeri. Pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan terus melakukan intervensi untuk menstabilkan nilai tukar.
