July 22, 2026

TNI-Polri Terlibat Pengawasan Pajak di Tengah Krisis Kepercayaan Publik

TNI-Polri Terlibat Pengawasan Pajak di Tengah Krisis Kepercayaan Publik

Dalam upaya meningkatkan efektivitas pengawasan perpajakan, pemerintah melibatkan personel TNI-Polri, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Langkah ini menuai pro dan kontra di tengah menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Latar Belakang Pelibatan TNI-Polri

Kebijakan ini diambil untuk memperluas jangkauan pengawasan pajak hingga ke tingkat desa. Dengan melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, diharapkan potensi kebocoran pajak dapat diminimalkan. Namun, sejumlah pihak mempertanyakan kompetensi dan independensi aparat keamanan dalam urusan perpajakan.

Komentar dari Berbagai Pihak

  • Kompas.com melaporkan bahwa TNI-Polri akan ikut serta dalam pengawasan pajak di tengah krisis kepercayaan publik.
  • Kompas.tv menyajikan penjelasan resmi TNI AD mengenai keterlibatan Babinsa, yang menekankan bahwa peran mereka hanya bersifat pendukung dan tidak menggantikan petugas pajak.
  • Ikatan Konsultan Pajak Indonesia mengutip pernyataan DPR yang meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan ini, terutama terkait potensi tumpang tindih wewenang dan risiko penyalahgunaan.

Respons Pemerintah dan DPR

DPR mendesak pemerintah untuk melakukan kajian mendalam sebelum melibatkan aparat keamanan secara masif. Beberapa anggota dewan khawatir bahwa kehadiran TNI-Polri dalam pengawasan pajak justru akan memperburuk citra perpajakan yang sudah terpuruk. Sementara itu, pemerintah berdalih bahwa sinergi ini diperlukan untuk mengoptimalkan penerimaan negara.

Implikasi bagi Wajib Pajak

Wajib pajak diharapkan tetap tenang dan mematuhi ketentuan yang berlaku. Pengawasan oleh TNI-Polri tidak berarti ada perubahan aturan perpajakan, melainkan hanya menambah jumlah pengawas di lapangan. Namun, transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi kunci agar kebijakan ini tidak disalahartikan.

Kebijakan ini masih terus dievaluasi. Publik menanti kepastian apakah pelibatan TNI-Polri akan berjalan efektif atau justru menimbulkan masalah baru.