July 22, 2026

BI Pertahankan Suku Bunga, Rupiah Melemah ke Rp 17.917

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level yang sama. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada Rabu (19/3/2025). Namun, di tengah kebijakan tersebut, nilai tukar rupiah justru mengalami pelemahan terhadap dolar AS.

Rupiah Melemah ke Level Rp 17.917

Berdasarkan data pasar, rupiah ditutup pada posisi Rp 17.917 per dolar AS pada hari yang sama. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya. Pelemahan rupiah terjadi meskipun BI mempertahankan suku bunga acuan di level 6,25 persen.

Faktor Penyebab Pelemahan

  • Sentimen global yang masih tidak menentu, terutama terkait kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed).
  • Permintaan dolar AS yang tinggi di pasar domestik, terutama untuk pembayaran impor dan utang luar negeri.
  • Kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah tekanan inflasi global.

Respons BI terhadap Pergerakan Rupiah

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa bank sentral akan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah. Intervensi dilakukan melalui mekanisme spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). BI juga memastikan bahwa kebijakan moneter akan tetap pro-stabilitas untuk mengendalikan inflasi.

Meskipun rupiah melemah, Perry optimistis bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Hal ini didukung oleh cadangan devisa yang memadai dan pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Dampak bagi Masyarakat

Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan harga barang impor, termasuk bahan baku industri dan produk konsumen. Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan, terutama dalam menghadapi potensi kenaikan harga.

BI akan terus memantau perkembangan pasar dan siap mengambil langkah-langkah tambahan jika diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.