July 21, 2026

Wakil Ketua MPR Ajak Berkolaborasi Hadapi Keterbatasan Anggaran Perpustakaan Nasional

Wakil Ketua MPR Ajak Berkolaborasi Hadapi Keterbatasan Anggaran Perpustakaan Nasional

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mendorong adanya kerja sama lintas sektor untuk mengatasi dampak dari keterbatasan anggaran yang dihadapi Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Langkah ini dinilai penting guna memastikan layanan perpustakaan tetap optimal di tengah tekanan fiskal.

Dorongan Kolaborasi Strategis

Dalam pernyataannya, Wakil Ketua MPR menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang bagi Perpusnas dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai pusat literasi dan pengetahuan. Oleh karena itu, ia mengajak berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, untuk berkolaborasi.

  • Menggandeng sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung pengadaan buku dan digitalisasi koleksi.
  • Meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah agar perpustakaan daerah turut aktif dalam mendistribusikan layanan hingga ke pelosok.
  • Memanfaatkan relawan dan komunitas literasi untuk mengadakan kegiatan promosi baca di berbagai tempat.

Dampak Keterbatasan Anggaran

Keterbatasan anggaran yang dialami Perpusnas berpotensi menghambat upaya peningkatan minat baca masyarakat. Beberapa dampak yang perlu diantisipasi antara lain berkurangnya koleksi buku baru, terbatasnya akses ke sumber digital, serta berkurangnya program pelatihan dan sosialisasi literasi.

Dengan adanya kolaborasi yang solid, diharapkan berbagai tantangan tersebut dapat diminimalkan. Wakil Ketua MPR optimistis bahwa sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat mampu menciptakan solusi inovatif yang berkelanjutan.

Langkah ini sejalan dengan upaya nasional dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat Indonesia, yang menjadi salah satu kunci pembangunan sumber daya manusia yang unggul.