July 21, 2026

7 Efek Samping Teh Matcha yang Perlu Diwaspadai, Termasuk Risiko Penyakit Serius

7 Efek Samping Teh Matcha yang Perlu Diwaspadai, Termasuk Risiko Penyakit Serius

Waspada, Ini 7 Efek Samping Teh Matcha yang Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit

Teh matcha memang dikenal kaya akan antioksidan dan menawarkan berbagai manfaat kesehatan. Namun, di balik popularitasnya, konsumsi teh hijau bubuk ini juga perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan efek samping tertentu, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan matcha yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko terhadap beberapa kondisi penyakit. Berikut adalah tujuh efek samping yang perlu Anda ketahui:

1. Gangguan Pencernaan

Kandungan kafein dan tanin dalam matcha dapat menyebabkan iritasi lambung, mual, atau diare pada sebagian orang, terutama jika diminum saat perut kosong.

2. Insomnia dan Kecemasan

Kafein dalam matcha bisa mengganggu pola tidur dan memicu rasa gelisah atau cemas, khususnya pada individu yang sensitif terhadap kafein.

3. Risiko Kerusakan Hati

Konsumsi ekstrak matcha dosis tinggi dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan enzim hati, yang bisa menjadi tanda awal kerusakan organ hati.

4. Interaksi dengan Obat-obatan

Matcha dapat berinteraksi dengan obat tertentu, seperti pengencer darah dan obat tekanan darah tinggi, sehingga efektivitas obat bisa berkurang atau justru menimbulkan efek samping.

5. Peningkatan Risiko Batu Ginjal

Kandungan oksalat dalam matcha yang cukup tinggi dapat berkontribusi pada pembentukan batu ginjal pada orang yang rentan.

6. Gangguan Penyerapan Zat Besi

Tanin dalam matcha menghambat penyerapan zat besi non-heme dari makanan, yang dapat memperburuk kondisi anemia defisiensi besi.

7. Risiko Kontaminasi Logam Berat

Beberapa produk matcha, terutama yang ditanam di daerah dengan tanah tercemar, dapat mengandung timbal atau aluminium dalam kadar yang membahayakan jika dikonsumsi terus-menerus.

Untuk mendapatkan manfaat matcha secara aman, disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah wajar, tidak lebih dari 2-3 cangkir per hari, dan selalu perhatikan reaksi tubuh Anda.