July 17, 2026

Mengatasi Doom Spending: Literasi Keuangan dan Regulasi Paylater sebagai Solusi

Mengatasi Doom Spending: Literasi Keuangan dan Regulasi Paylater sebagai Solusi

Fenomena doom spending, atau kebiasaan berbelanja impulsif untuk mengatasi stres, kini semakin marak di tengah masyarakat. Menurut seorang sosiolog, langkah utama untuk memutus siklus ini adalah dengan meningkatkan literasi keuangan dan memperketat regulasi layanan paylater.

Apa Itu Doom Spending?

Doom spending merujuk pada perilaku konsumtif yang dilakukan seseorang sebagai pelarian dari tekanan emosional, seperti kecemasan atau ketidakpastian. Kebiasaan ini seringkali diperparah oleh kemudahan akses kredit digital, terutama paylater.

Dampak Negatif Doom Spending

  • Meningkatnya utang konsumtif yang tidak terkendali.
  • Gangguan kesehatan mental akibat siklus stres dan belanja.
  • Menurunnya stabilitas keuangan jangka panjang.

Peran Literasi Keuangan

Literasi keuangan menjadi kunci utama dalam mengatasi doom spending. Dengan pemahaman yang baik tentang pengelolaan uang, seseorang dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta menghindari jebakan utang. Edukasi sejak dini mengenai perencanaan anggaran dan investasi perlu digalakkan.

Regulasi Paylater yang Lebih Ketat

Selain literasi, pemerintah juga perlu memperkuat regulasi terhadap layanan paylater. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:

  • Pembatasan limit kredit berdasarkan kemampuan bayar pengguna.
  • Transparansi biaya dan bunga agar konsumen tidak terjebak.
  • Larangan promosi yang mendorong konsumsi berlebihan.

Dengan kombinasi edukasi dan pengawasan, diharapkan siklus doom spending dapat diputus dan masyarakat lebih bijak dalam mengelola keuangan.