July 12, 2026

Prabowo Beberkan Alasan Pembentukan 81 Ribu Kopdes: Hentikan Praktik Lintah Darat

Prabowo Beberkan Alasan Pembentukan 81 Ribu Kopdes: Hentikan Praktik Lintah Darat

Jakarta – Menteri Pertahanan sekaligus Presiden Terpilih, Prabowo Subianto, mengungkapkan alasan di balik pembentukan 81.000 Koperasi Desa (Kopdes) yang direncanakan. Langkah ini disebut sebagai upaya pemerintah untuk memutus rantai praktik rentenir atau lintah darat yang selama ini membelenggu masyarakat desa.

Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa pembentukan Kopdes bertujuan untuk memperkuat ekonomi di tingkat desa. Melalui koperasi ini, masyarakat diharapkan memiliki akses permodalan yang mudah dan terjangkau tanpa harus bergantung pada pinjaman dengan bunga tinggi yang memberatkan.

Prabowo menyoroti praktik lintah darat yang sering kali menjerat warga desa dalam lingkaran utang. Dengan hadirnya 81.000 Kopdes, pemerintah ingin menyediakan alternatif pembiayaan yang lebih sehat dan berkeadilan.

Detail Rencana Pembentukan Kopdes

  • Jumlah Kopdes: 81.000 unit yang akan tersebar di seluruh desa di Indonesia.
  • Tujuan utama: Memutus ketergantungan masyarakat pada rentenir dan menyediakan layanan keuangan yang berpihak pada petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro.
  • Skema modal: Pemerintah akan mengucurkan dana awal yang dikelola secara profesional oleh pengurus koperasi yang dipilih dari dan oleh masyarakat setempat.

Dengan adanya koperasi desa, diharapkan setiap desa memiliki lembaga ekonomi yang mampu mendorong kemandirian dan kesejahteraan warga.

Dampak yang Diharapkan

  • Meningkatnya akses permodalan bagi usaha kecil dan menengah di pedesaan.
  • Berkurangnya praktik rentenir yang meresahkan.
  • Penguatan ekonomi desa melalui pengelolaan dana yang transparan dan partisipatif.

Langkah ini juga dinilai sebagai bagian dari strategi besar pemerintah untuk menciptakan pemerataan ekonomi, sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045. Dengan Kopdes, desa tidak lagi menjadi objek pembangunan, melainkan subjek yang aktif menggerakkan roda perekonomian nasional.