August 25, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 18.128 Akibat Ketegangan AS-Iran Meningkat

Rupiah Tertekan oleh Ketegangan Geopolitik Global

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami penurunan signifikan, mencapai level Rp 18.128 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mengguncang pasar keuangan global.

Faktor Penyebab Anjloknya Rupiah

  • Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran meningkatkan ketidakpastian di pasar global.
  • Investor cenderung beralih ke aset aman (safe haven) seperti dolar AS, sehingga menekan mata uang negara berkembang termasuk rupiah.
  • Sentimen risk-off mendominasi perdagangan, mendorong arus modal keluar dari pasar Indonesia.

Dampak terhadap Perekonomian Indonesia

Pelemahan rupiah dapat meningkatkan beban impor, terutama untuk bahan baku dan barang modal, yang berpotensi mendorong inflasi. Di sisi lain, eksportir mungkin mendapatkan keuntungan jangka pendek dari nilai tukar yang lebih kompetitif.

Prospek ke Depan

Pasar masih menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai konflik AS-Iran serta respons kebijakan Bank Indonesia untuk menstabilkan rupiah. Intervensi di pasar valas dan penyesuaian suku bunga menjadi instrumen yang mungkin digunakan untuk meredam volatilitas.